Alat Musik Tradisional

Gerantung

Gerantung adalah alat musik tradisional yang hanya dimainkan saat Maulid Adat. Satu set gerantung dimainkan oleh sepuluh orang. Satu orang memainkan gerantung, tiga orang memainkan Teruna Jawa, dua orang memainkan Kendang, dan dua orang memainkan Kansi, serta empat orang lainnya memainkan Kelentang. Saat Maulid Adat, gerantung dimainkan selama dua hari dua malam. Pada hari pertama gerantung dimainkan untuk mengiringi tarian Elok Balang. Pada hari kedua, gerantung dimainkan untuk iring-iringan yang menandai berakhirnya musik. Kemudian, gerantung disimpan kembali untuk dimainkan tahun depan. Tidak banyak orang yang bisa memainkan gerantung karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Selain itu, untuk memainkan gerantung, orang wajib menggunakan pakaian adat.

Genggong

Genggong adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan petik dan tiup. Genggong dimainkan untuk menghibur diri dan menghilangkan rasa lelah dan penat. Alat musik ini sudah tidak terlalu banyak dimainkan. Namun, hingga saat ini masih ada yang memainkannya. Cara memainkannya adalah dengan menempatkan genggong di bibir. Kemudian, benang genggong ditarik-tarik untuk mengeluarkan bunyi. Nada yang dihasilkan bergantung pada permainan gerakan rongga mulut, ditiup atau disedot. 

Genggong terbuat dari pelepah sagu. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut: 

Pertama, dipotong dengan lebar kira-kira 2 cm dan tinggi kira-kira 10 cm

Kedua, di tengah-tengahnya dipotong dengan bentuk seperti terlihat pada gambar. Di sinilah bunyi itu dihasilkan.

Ketiga, pelepah yang sudah dipotong tersebut dikeringkan kira-kira selama dua hari.

Terakhir, potongan pelepah yang sudah kering diikat dengan benang yang terhubung dengan kayu kecil sebagai alat untuk menarik genggong.

Siapapun boleh memainkan genggong. Namun, memainkannya tidak mudah, butuh latihan khusus agar bunyi bisa keluar dan terdengar indah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *