Upacara Adat

Upacara Keagamaan

Upacara-upacara keagamaan umat Muslim seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi dilaksanakan dua kali. Upacara-upacara ini sering disebut Lebaran Adat dan Maulid Adat. Meski begitu, bukan berarti yang adat itu bertentangan dengan agama, sebab isinya pun berisikan ibadah-ibadah yang tidak bertentangan dengan agama Islam. Upacara-upacara ini antara lain:

Lebaran Mama, Lebaran Nina, Lebaran Haji, dan Maulid

Pelaksanaan upacara-upacara keagamaan ini diselenggarakan dua kali karena masyarakat adat di sini mempunyai penanggalan sendiri yang berbeda dengan penanggalan yang digunakan secara umum di Indonesia. Upacara-upacara adat diselenggarakan berdasarkan penanggalan adat. Ada rumus tersendiri yang digunakan untuk menentukan hari-hari tersebut. Penanggalan tersebut bisa dijabarkan sebagai berikut: 

7 Hari, 12 Bulan, 8 Tahun

Upacara-Upacara dari Lahir sampai Meninggal

Upacara untuk memperingati kelahiran dan kematian sama-sama dilakukan tujuh kali. Menurut kepercayaan setempat, hal ini dilakukan agar keduanya seimbang. Upacara kelahiran terdiri dari peringatan-peringatan:

Sebelum kelahiran dilakukan Retes Bakis 

Saat lahir dilakukan pemotongan benang yang disebut ngelikes

Saat pembuatan nama dilakukan upacara buang awu

Upacara memotong rambut bayi disebut mengkuris

Saat mencapai akil balig, bagi laki-laki dilakukan khitan atau sunat, bagi perempuan dilakukan upacara menumpes

Selain itu, laki-laki dan perempuan juga harus melakukan upacara gerinda gigi atau disebut juga mengosok

Upacara perkawinan

Upacara kematian terdiri dari peringatan-peringatan:

Hari pertama 

Hari Keseribu

Hari Ketiga

Hari Ketujuh

Hari Kesembilan (khusus meninggal selasa)

Hari Keempat Puluh

Hari Keseratus

Dalam penyelenggaraan acara-acara di atas diadakan kegiatan begawe. Ada dua macam gawe yang dilakukan: gawe idup dan gawe mate. Gawe idup dilakukan untuk acara-acara yang diselenggarakan untuk orang hidup dari lahir sampai menikah. Gawe mate dilakukan untuk upacara-upacara yang berhubungan dengan kematian dari hari pertama hingga hari keseribu. 

Upacara-upacara Kebumian

Masyarakat adat di dusun dasan Beleq melakukan upacara-upacara adat sebelum melakukan penanaman di kebun dan ladang, panen, dan pergantian musim sesuai kalender adat. Upacara-upacara ini dipimpin oleh Pemangku. Upacara besar sebelum panen biasanya dilakukan setahun sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *